26 November 2014
Search :
BERITA


Mendag Resmikan Festival 1000 Pedagang Mie dan Bakso di D.I. Yogyakarta
Minggu, 30 Maret 2008

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu hari ini melakukan kunjungan kerja sehari ke Yogyakarta untuk meresmikan festival 1000 pedagang mie dan bakso di Yogya. Dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tersebut, Mendag berdialog langsung dengan para pedagang mie dan bakso dan memberikan piagam kepada pemenang festival. Pada kesempatan kunjungan kerja dimaksud, Mendag bertemu pula dengan para pemangku kepentingan di bidang perdagangan, termasuk akademisi, pelaku UKM, para eksportir, asosiasi serta masyarakat umum lainnya.

Libatkan Akademisi dalam Sosialisasi Kebijakan

Mengawali kunjungan di kota pelajar, Mendag memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa fakultas ekonomi strata 1 dan pasca sarjana serta pengajar Universitas Islam Indonesia (UII). Dalam suasana hangat dan akrab Mendag menjelaskan tiga prioritas kebijakan pemerintah yang dilaksanakan Depdag, yakni mengenai peningkatan ekspor, stabilisasi bahan pokok dan pengembangan ekonomi kreatif.

Pada sesi kuliah khusus di UII pagi ini, Mendag menegaskan usaha pemerintah untuk mengatasi masalah gejolak harga kebutuhan pokok dengan mengeluarkan Paket Kebijakan 1 Februari 2008, mencakup beras, terigu, kedelai, dan minyak goreng serta minyak tanah.

Kebijakan pemerintah untuk beras antara lain dengan meningkatkan produksi beras dengan percepatan bantuan benih unggul; dan menambah jatah beras bersubsidi untuk rakyat miskin (raskin) dari 10 kg menjadi 15 kg dengan harga Rp 1.600 per kg selama 9 bulan. Sedangkan untuk kedelai, pemerintah membebaskan bea masuk; menurunkan PPH impor kedelai dari 2,5 persen menjadi 0,5 persen; memberi subsidi Rp 1.000 per kg bagi perajin tahu dan tempe selama 6 bulan, serta meningkatkan produksi kedelai.

Penanganan masalah terigu ditempuh pemerintah dengan membebaskan bea masuk impor dan PPN; merevisi dan menunda pemberlakuan SNI wajib bagi terigu impor; memfasilitasi keikutsertaan UMKM terigu dalam konversi minyak tanah ke gas elpiji; dan mendorong program diversifikasi pangan, termasuk pengembangan dan penggunaan tepung berbahan baku umbi-umbian lokal.

Pemerintah menerapkan kebijakan penyaluran subsidi minyak goreng Rp 2.500 per liter bagi rakyat miskin dan UKM selama 6 bulan. Sebelumnya, beberapa kebijakan untuk menstabilkan kenaikan harga minyak goreng telah diluncurkan, seperti menetapkan Pajak Ekspor (PE) Progresif.

Di hadapan para mahasiswa dan pengajar UII, Mendag menambahkan bahwa pemerintah sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat dan menempuh kebijakan untuk mengatasi persoalan pangan demi kepentingan masyarakat umum, khususnya bagi masyarakat miskin berpendapatan rendah yang paling terkena dampak.

Mendag juga mengulas secara singkat tentang industri kreatif sebagai salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan daya saing.

Industri kreatif perlu dikembangkan di Indonesia karena memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB, menciptakan iklim bisnis, membangun citra dan identitas bangsa berbasis kepada sumber daya yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreatifitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa, serta memberikan dampak sosial yang positif. Studi Ekonomi Kreatif oleh Departemen Perdagangan menyebutkan, sumbangan ekonomi kreatif terhadap PDB diperkirakan 6,3 persen.

Menurut Mendag, Yogyakarta yang terkenal dengan produk kerajinan tangan, seperti batik, perak, anyaman dan ukiran, merupakan contoh konkrit perkembangan industri kreatif yang dinamis. Pemerintah akan selalu mendukung keberadaan para pelaku usaha industri kreatif, yang pada umumnya UKM, melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan, fasilitasi pembiayaan dan promosi, sehingga menjadi lebih kompetitif.

Pada kesempatan tersebut, kalangan akademisi, sebagai salah satu pemangku kepentingan, diharapkan dapat mendukung langkah-langkah pemerintah mengatasi persoalan di bidang ekonomi dan perdagangan, serta memberi masukan yang konstruktif bagi kepentingan umum dan kemajuan bangsa.

Perlindungan Konsumen Tingkatkan Daya Saing Pedagang Mie dan Bakso

Mendag bersama jajaran Departemen Perdagangan melanjutkan kunjungannya ke festival kuliner yang digelar di Jogja Expo Center dan diikuti tidak kurang dari 1.200 pedagang mie dan bakso (miso) se-DI Yogyakarta dan perwakilan pedagang mie dan bakso dari Jabodetabekjur, Sukabumi dan Jawa Tengah. Selain meresmikan festival kuliner tersebut, Mendag hadir bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk memberi dukungan penuh kepada para pedagang miso yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso), yang memberi kontribusi secara signifikan terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan.

Data BPS menyebutkan saat ini UMKM di Indonesia tercatat sekitar 44,69 juta unit usaha atau 99 persen lebih dari total pelaku usaha yang ada dan menyerap 79 juta tenaga kerja atau 99 persen dari keseluruhan angkatan kerja. Data Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (PAPMISO), mencatat bahwa dari jumlah UKM tersebut sekitar 20 persen diantaranya menjadi pedagang mie dan bakso. Usaha ini sedikitnya melibatkan usaha ikutan lainnya seperti penjual daging sapi, daging ayam, minyak goreng, minyak tanah, gula, telur, tepung terigu, bumbu-bumbuan, sayur-sayuran dan penggilingan daging yang menyerap sekitar 7-10 juta orang tenaga kerja.

Pada kesempatan tersebut, Mendag juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang festival sekaligus mengadakan dialog dengan para pelaku UKM mengenai perdagangan mie dan bakso, peluang dan perkembangannya di tanah air.

Mendag meminta agar pelaku UKM miso terus meningkatkan kualitas produknya menjadi bersih, sehat, higienis dan aman bebas dari campuran bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan. Mendag mengatakan, dengan mengutamakan kualitas dan keamanan produk, para produsen miso dapat menjamin pasar bagi konsumsi miso, serta mendukung upaya pemerintah dalam melindungi kepentingan konsumen.

"Para pedagang miso dapat lebih kreatif mengolah produknya disesuaikan dengan selera konsumen Indonesia, karena negara kita dikenal kaya akan cita rasa bumbu nusantara. Kemasan serta penyajian yang lebih menarik juga menjadi bagian penting bagi promosi produk sehingga menjadikan miso sebagai panganan favorit masyarakat Indonesia," kata Mendag.

Mendag menambahkan bahwa festival mie dan bakso ini memiliki potensi besar untuk dijadikan kegiatan rutin wisata kuliner di tanah air.

Selain mempromosikan mie dan bakso sebagai makanan sehat masyarakat, festival ini juga menjadi salah satu upaya mendorong salah satu alternatif pangan yang sudah dikenal masyarakat, serta dapat pula menjadi parameter perkembangan UKM miso.

Penyaluran Migor Bersubsidi di Gunung Kidul

Dalam rangka kunjungan kerjanya, Mendag menyaksikan penyaluran subsidi minyak goreng sebanyak 1.172 liter dengan harga Rp. 8.000 per liter kepada masyarakat berpenghasilan rendah di tiga desa, yaitu desa Beji, desa Bunder, dan desa Putat oleh pemerintah daerah setempat di Balai Desa Kelurahan Beji, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Penyaluran subsidi tersebut adalah penyaluran perdana dari alokasi Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 95.722 liter untuk 144 desa.

Penyaluran subsidi minyak goreng di Kabupaten Gunung Kidul adalah bagian dari alokasi 2.800.000 liter subsidi minyak goreng untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota masing-masing akan membagikan kupon subsidi senilai Rp 2.500 per liter kepada setiap keluarga berpenghasilan rendah sebanyak maksimal 2 liter per bulan selama 6 bulan ke depan.

Menurut Mari Pangestu, subsidi dimaksud merupakan implementasi dari paket kebijakan pangan 1 Februari 2008 sebagai bentuk bentuk komitmen dan dukungan pemerintah kepada masyarakat yang paling terkena dampak atas kenaikan harga minyak goreng.

Pemerintah telah mencairkan dana subsidi tahap pertama sebesar Rp 100 milyar dari alokasi anggaran subsidi minyak goreng sebesar Rp 500 milyar. Dana subsidi tahap pertama tersebut diharapkan telah tersalurkan selama 2 minggu di lokasi-lokasi kantong kemiskinan di seluruh wilayah Indonesia.

Masyarakat Gunung Kidul menyambut antusias pelaksanaan operasi pasar murah subsidi minyak goreng tersebut dan dinilai sangat membantu mereka.

Perkuat Pelayanan Kemetrologian untuk Masyarakat

Mendag juga berkunjung ke Balai Metrologi di Kota Yogyakarta. Mendag meminta kepada seluruh jajaran Balai Metrologi Yogyakarta untuk lebih meningkatkan pelayanan laboratorium, tera dan tera ulang, Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) kepada masyarakat dunia usaha di Kota Yogyakarta. Balai Metrologi yang selesai direnovasi pada Desember 2007 akibat bencana gempa tersebut, memiliki sarana fasilitas laboratorium yang dilengkapi dengan alat-alat UTTP, instalasi uji tangki ukur mobil, ruang pelayanan tera/tera ulang, instalasi uji meter air dan satu mobil operasional kemetrologian.

Balai Metrologi beroperasi dengan didukung oleh 45 karyawan terdiri dari 24 petugas penera dan 4 orang PPNS-Metrologi, selama tahun 2007 telah melayani 75 SPBU, meter taksi untuk 750 taksi, 200.000 unit UTTP yang ditera dan tera ulang, serta 23 perusahaan timbangan di Yogyakarta.

Dorong Pelaku Usaha Lebih Berprestasi

Mendag juga berkunjung ke lokasi perusahaan eksportir peraih penghargaan Primaniyarta 2007 di Bantul, ’Jedog Stone Work’ yang mengekspor batu-batuan/marmer dan ’CV. Magetan Putra’ yang memproduksi mebel.

Pada kunjungannya, Mendag mengatakan akan terus memberi perhatian dan dukungan penuh bagi para eksportir untuk meningkatkan ekspor non-migas. Primaniyarta, ujar Mendag, merupakan salah satu bentuk penghargaan pemerintah atas prestasi eksportir Indonesia, yang diharapkan dapat memotivasi perusahaan eksportir lainnya untuk berprestasi.

Sebelum bertolak ke Jakarta, Mendag juga menyempatkan mengunjungi perusahaan batik, ’Paradise’ di Kota Gede dan mengadakan pertemuan dengan para eksportir dan asosiasi, seperti APINDO, API, ASEPHI, KADIN, ASMINDO, IWAPI, Dekranasda dan lain-lain, serta instansi terkait lainnya di Yogyakarta, agar dapat mendengar langsung berbagai masalah maupun peluang yang dihadapi kalangan dunia usaha.


Briefing Awal tahun Menteri Perdagangan

Senin, 21 Januari 2008

Tahun 2007 telah kita lewati bersama dengan berbagai catatan yang dapat dipetik sebagai pelajaran

()

Pengunjung hari ini :  
Total Pengunjung    :  

Copyright © 2003 Indag-DIY. All rights reserved. Contact Us.
Designed by THINKNOLIMITS.